Sebuah lembaga di Israel yang bernama Shurat HaDin melayangkan surat tuntutan kepada Twitter untuk menutup paksa akun Kelompok Hizbullah. Bagaimana peristiwa ini bermula?
Kelompok asal Israel ini berpendapat jika media sosial ini memberikan layanan ilegal kepada kelompok teroris yang menyebabkan pelanggaran sipil terhadap masyarakat Israel.
“Twitter Inc dapat terancam tindak pidana atas masalah ini. Memberikan
layanan ke mereka dapat mengancam pelanggaran warga sipil Israel dan
berlangsungnya terorisme,” tulis tuntutan tersebut.
Seperti dilaporkan Telegraph dan dikutip SidomiNews, akun yang dimaksut Shurat HaDin adalah @Alamanarnews. Menurutnya, akun ini menyebarkan sebuah propaganda yang menyudutkan Israel.
“Twitter secara
otomatis bertanggung jawab atas hal ini. Mereka gagal mengenali teroris
dan menanganinya. Ini harus ditutup sesegera mungkin. Kelompok ini
masuk ke media global dan menyebarkan agenda pembunuhan mereka,” tegas
Nitsana Darshan-Leitner, Direktur Eksekutif Shurat HaDin.
Twitter sendiri dalam TOS (Term of Service)
mereka hanya akan menutup akun yang tidak mendukung kebebasan
berekspresi. Pelanggaran TOS ini juga termasuk impersonasi atau meniru
orang lain dan menuliskan tweet yang mengancam.
Apakah Twitter akan menutup akun @Alamanarnews? Kita tunggu perkembangan berikutnya
Sumber
0 komentar:
Posting Komentar